Ngobrol Impor Barang dari Luar Negeri - Curhat Time Kena Pajak 8x Lipat oleh DHL



Hi guys, apa kabar semuanya? Semoga teman-teman gak bosen ya kalo baca blog aku curhatnya bukan hanya soal make up, tetapi juga soal impor. Iya, impor barang dari luar negeri ke Indonesia ini polemik banget ya, bahkan artikel tentang cara impor barang yang pernah aku tulis juga termasuk popular post di blog ini. 

"Karena banyak oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari kacaunya regulasi impor barang di Indonesia, dan lemahnya perlindungan hukum terhadap konsumen."


Yaa... gimana gak impor sih, banyak banget barang-barang lucu, yang gak cuman makeup, yang bisa kita beli di luar negeri. Gak semua orang punya rejeki lebih bisa jalan-jalan ke luar negeri. Buat aku yang jadi fulltime mother gini, apalagi hiburannya kalo gak shopping barang dan nonton drama korea? Sayangnya acara nonton korea agak tersendat karena website streaming yang suka ditunggangi oleh iklan-iklan judi sekarang diblok. Jadi hiburan yang tersisa ya shopping online aja lah.

Nah, baru-baru ini aku beli barang dari China untuk supply ke salah satu online shop aku, tapi ternyata aku ngalamin zonk. Zonk-nya kali ini adalah tagihan pajak yang ber-ber-ber-berkali-kali lipat dari harga barang. Sebenarnya ini bukan pengalaman baru, tapi aku mau tulis mumpung masih fresh, jadi teman-teman bisa lebih waspada.

Jadi, aku beli barang dari China sebesar $50 (yang seharusnya masuk ke Indonesia bebas pajak kalo maksimal $50 ya), eh kena pajak Rp 1.296.000 bangkeee..... Nah yang harus diwaspadai di sini, pertama adalah pihak ekspedisi DHL, catet ya namanya DHL. Iya, DHL dengan iklannya yang megah dan keren itu, adalah ekspedisi paling tidak rekomen untuk pembelian barang murah. Bagus kalo beli barang mahal sekalian bayar pajaknya deh, lah ini barang seharga $50 pun kena? Helloooo....

Penyebabnya adalah dari sellernya tulis invoice menjadi $16 (tanpa aku minta) dan pihak "bea cukai" DHL menetapkan harga menjadi $400, sehingga aku musti bayar pajak sebesar Rp 1.296.000 termasuk handling fee dll.

Nah, singkat cerita aku bayar pajaknya (karena butuh barangnya) dan kalo ditunda bakalan makin lama, aku perlu barangnya cepat. Kali ini aku mau review jasa DHL yang aku bilang tidak recommended ini.

1. DHL tidak memberitahukan kalo ada perubahan harga barang
Jadi, dari harga total + shipping cost $50 diganti menjadi $400 tidak aa pemberitahuan sama sekali ke pembeli. Okelah, itu ada undang-undangnya di bea cukai kita. Mungkin aku perlu bikin petisi soal ini, sangat tidak menguntungkan buat pihak importir. Padahal aku tidak menulis harga "fake" di invoice loh.

2. Tidak bisa revisi PPH padahal ada NPWP
Ini yang cukup parah karena non-NPWP dan NPWP ada perbedaan pajak PPH sebesar 7.5%, jadi sepertinya DHL sengaja membiarkan kita membayar lebih mahal. Kemungkinan skenarionya begini: Pembeli membayar PPH 15% > DHL punya NPWP membayar ke bea cukai 7.5% > DHL untung 7.5% tinggal dikalikan dengan banyaknya pembeli yang keblondrok seperti aku.

3. Tidak memberitahukan bahwa NPWP bisa di-submit duluan
Ini juga aku nggak tau kalo nggak nanya sama petugas antar DHL, iyakkk petugas antar karena orang-orang DHL seperti di poin 2, sengaja membiarkan kita bayar lebih mahal (gara-gara telat kasih NPWP). Ah too bad!

4. Tidak bisa memberitahukan estimasi pajak untuk incoming shipment
Ini kejadian tadi, waktu aku mau beli barang di atas $50 via DHL. Buat jaga-jaga supaya gak kena mahal. boleh dong nanya duluan estimasi pajaknya? Rupanya gak dijawab pemirsa sama tracing advisor yang bernama Steven Ho, dan disuruh nelpon ke CS. 

5. Beli barang via DHL = nasib-nasiban
Betul!
Nasib-nasiban ini adalah kata yang sangat jelas singkat padat dan menonjok yang dikatakan oleh Pak Zuri CS DHL yang aku telponin hari ini sekitar jam 12 lewat dini hari. Jadi walaupun invoice ditulis harga asli, tetap bea cukai yang menentukan, kalo ditentukan harganya lebih mahal ya nasib. Padahal bea cukai punya pejabat yang ditempatkan di DHL, iya intinya itu orang-orang dalem dia juga. Tapi CS ini berkata seolah-olah bea cukai yang salah kalo ngasih harga barang lebih mahal. 

6. Nagih pajak cepet, ditanya estimasi pajak = ping pong
Ini terbukti dari email-emailanku sama orang DHL kalo nagih pajak cepet, kalo ditanya estimasi pajak dioper-oper suruh nelpon ke CS. Thumbsdown!

7. DHL hanya "corrupt" di Indonesia
Terbukti pada saat aku melakukan pengiriman DHL ke luar negeri, ga pernah bermasalah kayak DHL Indonesia. 

Aku sih penasaran gimana caranya supaya jasa pengiriman yang nakal seperti ini bisa ditindak, karena CSnya dengan jelas-jelas malah nantangin aku ke meja hijau karena merasa DHL sudah bertindak sesuai aturan. Padahal aku hanya komplen dan bertanya gimana supaya bisa bayar pajak tanpa dimahalin, sesuai dengan harga pembelian aslinya aja.

Postingan ini aku tulis bukan semata-mata menghalangi niat kalian untuk impor barang, tapi lebih waspada dan hati-hati khususnya dengan DHL, karena DHL memiliki pejabat sendiri yang ditempatkan di bea cukai (intinya itu orang-orang dalem dia juga) sehingga mudah bagi dia untuk memanipulasi harga barang dengan tujuan pendapatan pajak tercapai lebih banyak, alias demi keuntungan pribadi perusahaan. Karena selama ini impor dengan pos aku selalu bayar pajak tanpa drama.

Mungkin teman-teman ada yang senasib? Boleh di-share juga di sini ya.

See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

12 comments

  1. kkkk. kurang lebih senasiblah. brg harga 2.5jt pajak 1.3jt. fedex masih lumayan brg 2jt pajak 0.5jt. mending pake ems aja biar agak lama tp ga da uang kagetnya. pembelajaran yg menyakitkan apalgi jika lagi bokek, terpaksa utang kiri kanan u bayar pajak.

    ReplyDelete
  2. kkkk. kurang lebih senasiblah. brg harga 2.5jt pajak 1.3jt. fedex masih lumayan brg 2jt pajak 0.5jt. mending pake ems aja biar agak lama tp ga da uang kagetnya. pembelajaran yg menyakitkan apalgi jika lagi bokek, terpaksa utang kiri kanan u bayar pajak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya penasaran mau laporin jasa kiriman nakal kayak gini ke mana, takutnya malah dituntut balik aku. fedex masih better dibanding dhl sih

      Delete
  3. pos indonesia juga sama. kalau dhl belum pernah alamin sih. dulu aku pernah alamin kirim barang dari luar negeri harganya ga seberapa tapi pajak nya lebih besar dari harga barang. parah!

    salam kenal ya! would you like to follow each other on google friend connect and google plus? If you follow me,
    I will follow you back after it. ^^
    www.tomntins.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo pos indonesia masih bisa direvisi pajaknya, selama tidak sesuai

      Delete
  4. Cc. serem banget ceritanya di point "DHL hanya corupt di Indonesia". Mending pake EMS aja kali ya. DHL gitu amat >_<

    www.aloha-bebe.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, DHL di luar negeri sangat bagus kredibilitasnya, beberapa kali aku kirim barang ke US pakai DHL juga gak masalah.

      Delete
  5. WOW!
    Tulisan mu informatif banget mba, walaopun gw gak bisa banyak berkata-kata dalam artiian banyak istilah dagang masih roaming di otak gw, jadi intinya konsumen KEPO itu tidak baik, malah diribetin dan dianggap sepele, rugi banda banget ini mah.

    PARAH!

    buleipotan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebetulan di indonesia emang oknum DHL yang parah, karena aku kirim barang ke luar negeri tidak pernah kena masalah seperti ini menggunakan DHL.

      Delete
  6. Aduh makanya selalu takut deh kalo mau beli2 barang dari luar, takut kena yang gini gini nih T_T Negara kita emang ampun-ampunan oknum & regulasinya.. Gak banget sih kalo beli barang terus harga yang mesti dibayar 'nasib-nasiban', dimainin banget itu mah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ngeri-ngeri sedap, DHL gak pandang bulu walaupun udah taat bayar pajak suatu saat tetap mau dirampok juga sama dia

      Delete
  7. Ini nih makanya sampe sekarang masih takut belanja online yang luar negeri, buntut-buntutnya pasti nitip, makasih ya buat sharingnya, jadi bisa buat belajar ^^

    ReplyDelete